Naman : Rosalina
Nim : 12510063
MAKAM
KH. SULAIMAN SEBAGAI SITUS PENINGGALAN ISLAM DI PANGKALAN BALAI
Riwayat Singkat KH. Sulaiman
Nama: KH. Sulaiman bin KH.
Abdul Rahman delamat.
Lahir: Palembang, tahun 1808.
Belajar: Mekah Al-Mukarromah Arab Saudi selama 17 tahun.
Wafat: Pangkalan Balai tahun
1954.
Usia: 146 tahun.
Juru Kunci: Marzuki ( Cucu KH. Sulaiman).
Sore 22
juni 2014, saya berkunjung kesebuah makam bersejarah lokasinya di Pangkalan
Balai, jl. KH. Sulaiman kelurahan Kedondong Raye. Namun kunjungan pertama saya
tidak membuahkan hasil karena si juru bicara susah ditemui. Kemudian saya
kembali lagi pada tanggal 29 juni 2014, dan Alhamdulillah kedatangan saya kedua
kalinya ini tidak sis-sia. Yang mana disana Terdapat sebuah makam bersejarah yaitu makam KH. Sulaiman. Beliau adalah sesosok yang punya karoma dan
wali Allah karena ketakwaan semasa hidupnya. silsilah keturunannya Ateng Bungsu
melahirkan empat orang anak: Sibidang sakti, Sibidang Sari, Ario Tobing,
Sibidang Lijal dari Sibidang Sari dianugrahi tiga keturunan yaitu; Ario Cikuk, Ario Bauk, Ario Bulok. Dari Ario Cikluk
mempunyai keturunan Saparudin Rungkat dan Bainuddin pangeran Baung. Dari
safarudin punya anak dua yaitu ketip jalil KH. Abdul Rahmat Delamat.. Dari KH.
Abdul Rahman delamat ini
dianugrahi 10 anak diantaranya KH.
Sulaiman, menurut data yang saya peroleh beliau mempunya 5 istri.
Selama 17 tahun
beliau belajar di mekkah, ketika umur 12 tahun beliau berangkat kemekkah
kemudian kembali kepalembang berumur 29 tahun. Kepulangan beliau dari Mekkah
membawa 7 ton kittab satu kittab yang
induk dari semua kittab. Salah satu nama kittabnya yaitu tuhfa tukhori win 30
jilid satu jari ; satu jilid oleh Syeh Ibnu Hajar. Syeh Ibnu Hajar adalah Guru
beliau. Tidak diketahui pasti tahun berapa beliau kembali kepalembang, namun
mendengar cerita orang-orang Tua, anak cucunya, dapat keterangan dari bapak
saya, kurang lebih 100 tahun mengajar sekabupaten Banyuasin meliputi daerah
Lilin, Tungkal, Lalan, Upang, Sungsang, daerah perairan Laut Masin. Ini lah
yang dikerjakannya seumur hidup beliau sampai akhir hayat hidup beliau. selama
lebih kurang seratus Tahun lamanya.
Kontribusinya dalam
islam, yaitu; Ngajar cawisan (dalam bahasa Arab). Yaitu mengajar dari desa kedesa yang
diajarkannya beliau seluruh syariat Islam dalam segi Fiqih, Tauhid, Tasawuf.
Ilmu piqih
meliputi: masalah berzikir, sah, batal , Haram, Mubah, makruh, Wajib dan sunnah. Kemudian masalah Tauhid meliputi: membahas asal usulnya
Manusia dan asal usulnya Allah dan dari Tauhid ini lah manusia pada saat itu
mengetahui mana Allah dan mana Hamba baru bisa bertuhan kepada Allah mana
yang disembah dan siapa yang menyembah.
Ilmu Tasawuf meliputi; ilmu tasawuf memiliki 2 persi yaitu
ilmu akhirat (sufi), Ilmu Tariqat. Yang mana dari kedua persi itu mempunyai
makna yang sama yaitu ilmu tasawuf. Ilmu
ini kurang diketahui masyarakat umum sehingga ilmu ini yang menjadi andalan
beliau dalam mensyiarkan syariat Islam. Beliau juga orang yang pertama, yang
membangun Masjid-masjid yang didirikan di Banyuasin, diantaranya Masjid
Darusallam, Salmaniah, Azhariyah nama Masjid pada masa itu.
Suatu Mukjizat yang
diberikan oleh Allah bahwa KH. Sulaiman
tidak mempunyai Nafsu dunia, Beliau kalau hujan tidak kehujanan dan bisa terbang tanpa syarat hanya dengan
memejamkan mata. Ketika beliau hendak ke Mekkah, hanya dengan memejamkan mata
saja beliau sampai ke Mekkah. Maka dari itu beliau di sebut Wali Allah yang
mempunyai karoma.
Orangnya tak pernah
berbohong, tidak pernah melakukan kesalahan,tidak bisa marah (kalau dimarah
orang dia memberi uang kepada orang tersebut, karna bagi beliau pahala orang
yang mengatakan kembali padanya. kalau
di definisikan di zaman sekarang beliau adalah orang yang takwa. Namun sekarang
takwa itu hanya tinggal nama. Realitanya takwa itu takut kepada Allah namun
perintah Allah tidak dijalankan.
Selain dari makamnya
yang ada disana, saya juga menemukan sebuah tasbih yang berukuran besar, di
mana tasbih tersebut adalah pemberian dari sahabat beliau yang bernama Syeh
Abdul Muhid ( Tasik Malaya).
Pemakaman tersebut
di renovasi tiga kali. Yang pertama
atapnya nipa, yang kedua atapnya genteng, dan ketiga di bangun Rumah oleh Marzuki (Cucu KH. Sulaiman) tahun 2002,
Yang ada pintu beserta keramiknya.
Menganalisis banyak
terdapat aqua di dekat makam tersebut, masyarakat setempat menganggap makam
beliau bisa menyebuhkan berbagai jenis penyakit, dengan di pendapkan air aqua
selama satu minggu atau 40 hari. Dan Marzuki sendiri mengatakan banyak yang sembuh.
Beliau Menetap di pangkalan balai sampai
menghembuskan nafas terakhir.
Demikian sejarah singkat tentang Wali Allah
yang mempunyai Kharoma, beliau adalah hamba Allah yang bertakwa serta teladan yang baik yang harus kita contoh
sebagai generasi penerus